PSBB di Kota Bandung

Seluruh dunia sedang terkena wabah penyakit dari Wuhan, China yaitu Covid-19 (Corona Virus Desease). Seluruh dunia pun saat ini juga kebingungan mengenai krisis ekonomi impact dari corona virus.dan untuk menjaga perekonomian dunia, pemerintah masing-masingpun juga kebingungan dalam mengambil keputusan. Mengenai nyawa warga masing masing, atau perekonomian negara. Hal ini juga perlu di timbang, di mana ketika perekonomian anjlog demi menyelamatkan seluruh warga dan mensupport untuk menyelesaikan pandemi ini ketika berakhir indonesia akan menjadi krisis perekonomian, yang mungkin dari segi masyarakat adalah harga sembako, bbm, pajak akan naik.

Jika pemerintahan memilih untuk mempertahankan perekonomian dengan cara masyarakat masih melaksanakan aktifitas seperti biasa, indonesia akan memiliki nama yang buruk dalam kepemerintahan mengenai sosial karena akan ada korban jiwa yang sangat banyak. Pemerintah Indonesia tentunya berunding untuk mendapatkan solusi, akhirnya dari Gubernur Jawa Barat dan Gubernur DKI Jakarta mengusulkan adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Apa Itu PSBB?

PSBB adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar, ini adalah aturan untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. PSBB melibatkan semua masyarakat, perkantoran atau instansi, kegiatan keagamaan dan oembatasan transportasi. PSBB ini juga aturan yang awalnya diajukan oleh Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) dan Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan) yang ditandatangani oleh mentri kesehatan.

Jika terdapat suatu pelanggaran pada saat PSBB digunakan terdapat sanksi yang diatur oleh UU, salah satunya contoh di Jakarta. Salah satu contoh sanksi yang diberikan PSBB oleh DKI Jakarta adalah pada saat mereka tidak taat aturan PSBB dia dikenakan sanksi denda sampai 100;000.000 rupiah atau dipidana penjara selama 1 tahun.

Berlakunya PSBB DKI Jakarta pada tanggal 13 April 2020 dan PSBB Bogor pada tanggal 15 April 2014. Ridwan Kamil rencananya juga menerapkan PSBB di Bandung Raya pada tanggal 22 April 2020. Area yang diberlakukan PSBB meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat. PSBB berlangsung selama 14 hari setelah PSBB diaktifkan. Dalam pemberlakuan PSBB di Bandung ini beberapa tanggapan masyarakat. Beberapa ada yang pro beberapa ada yang kontra.

Kontra PSBB

Disini masyarakat sedikit tidak menyetujui mengenai PSBB dimana masyrakat menengah kebawah kebingungan. Jika diberlakukan PSBB bagaimana nasib mereka? Sedangkan mereka mencari nafkah dengan cara keluar rumah dan aktifitas lapangan. Jika mereka tidak dapat pemasukan bagaimana cara mereka bertahan hidup? Selain itu juga MC dan EO (Event Orgainzer) mereka yang di bayar ketika bekerja dilapangan, ketika pandemi seperti ini tidak ada pekerjaan bagi mereka.

Ini masyarakat berharap supaya ada uluran tangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Karena tidak ada lagi yang bisa di percaya melainkan pemerintah, dan jika pemerintah sudah tidak dapat dipercaya dan diandalkan, kepada lagi masyarakat berlindung?

Pro PSBB

Banyak masyarakat yang setuju adanya PSBB di Bandung Raya. Di mana masyarakat memilih untuk menyetujui hal tersebut sebab ini adalah salah satu peningkatan untuk membatasi masyarakat beraktifitas di mana tujuannya untuk memutus rantai penyebaran covid 19. Dan masyarakat menghimbau pemerintah juga mengenai sanksi sanksi yang diberikan ketika terdapat pelanggaran PSBB tersebut.

Supaya dari mata masyarakat pemerintah memiliki ketegasan dan ini bukan hanya himbauan yang bisa diterima atau tidak. Selain itu warga Bandung setuju karena masih banyak warga bandung yang “NDABLEK” masih saja melakukan kegiatan ngumpul seperti nongkrong, jalan jalan di kota beraktifitas seperti biasa. Harapannya dengan adanya PSBB ini dapat dipatuhi oleh warga jika sanksi yang diberikan sangatlah jelas.

Baca juga: Kartu Kredit CIMB Niaga untuk Wirausaha

Meski penduduk memiliki pendapat mengenai PSBB pro maupun kontra, perihal ini memiliki tujuan yang baik. Harapan kami rakyat indonesia diberlakukannya PSBB ini untuk melindungi kami dan tidak mempersulit kami. Selain itu dengan adanya PSBB ini semoga Virus corona tingkat penyebarannya menurun dan mulai stabil dan akhirnya normal kembali seperti dahulu kala.

Mendekatinya bulan ramadhan ini masyarakat agak resah dimana idul fitri yang tiap tahunnya untuk bertemu orang tua di kampung atau bersalam-salaman, bercengkrama dengan keluarga besar, saudara dll dapat dilakukan seperti biasanya. Jika masih penasaran mengenai PSBB silahkan CekAja di https://www.cekaja.com/info/mulai-diterapkan-di-indonesia-apa-itu-psbb-dan-apa-fungsinya/

PSBB di Kota Bandung

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *